Tutorial Membuat Efek foto Hitam Putih Sebagian
November 29, 2008 at 6:50 pm | In Photoshop | 1 CommentTags: black and white, efek foto, jadul, tutorial, tutorial photoshop
sebelumnya gua khususnya saya, mo ucapin thanks alot buat temen-temen Global Net Terutama temen – temen yang sering nongkrong di Nemo, karena telah banyak mendukung gua dalam semua hal, terutama dalam hal b***p,,, hahahhaaa……
tutorial ini sebenarnya sebuah request utowo permintaan dari seorang sahabat untuk merubah sebuah foto menjadi hitam putih tapi sebagian, tapi beliau berkata “alangkah baiknya jikalau di jadikan postingan di blog mu” (kata telah di sadur setelahnya…)
, nah setelah berfikir keras ( mikirin tembok mas…??kan keras tu… ) boleh juga deh di posting, itung – itung bagi ilmu kepada sesama….. sif….
baiklah untuk tidak memperpanjang waktu, marilah kita memulai tutorial ini….sebagai gambaran tutrorial ini gua ngedit nya make tool yang namanya Desaturate,
(wah mas dari tadi ngomong aja, ribut mas…mending masuk sumur mas…..) iya – iya….
oke….
mari kita mulai,,,,karena udah pada komplen…
siapin foto yang mau lo edit, lalu seleksi gambar yang mau lo edit, untuk seleksi ini lo bisa pake tool apa aja yang menurut lo nyaman,, disini gua pake tool yang namanya Quick Mask Mode, karena gua nyamannya pake tool tersebut,,, untuk cara – cara nya lo bisa lihat di postingan sebelumnyam di
Seleksi Photo Menggunakan Quick Mask Mode disitu gua jelasin cara – caranya menggunakan Quick Mask Mode dah…..tinggal lo ikutin aja….

kalo udah terseleksi, Duplikat aja gambar tersebut, dengan menekan Ctrl + J,
udah gitu, lo pindah ke layer 1, trus lo pilih menu Image > Adjustmenst > Desaturate atau lo pencet alias tekan Ctrl + Shift + U, jadi dah tu background warna BW,,,,
lha….langsung jadi to…… gamping terangane……

we’e'e’e”eeeeee……….. ne model gagah – gagah…… pada foto dimana ne……??
n’ HND……..
Seleksi photo menggunakan Quick Mask Mode
November 28, 2008 at 4:13 pm | In Photoshop | 3 CommentsTags: Photoshop, Quick Mask Mode, seleksi, tutorial, tutorial photoshop
Seleksi foto sebenarnya sih gampang-gampang susah,,,tinggal kita yang menyeleksi nya, kalo detailnya banyak ya seleksi nya semakin bagus dong…ada banyak cara untuk menyeleksi foto dalam photoshop ini, bias menggunakan lasso Tool, Polygon Tool, Magnetic Lasso Tool, Magic Wand Tool, Marquee Tool, dan Quick Mask Tool, tergantung tingkat kesusahan gambarnya…,
Nah, dalam tutorial ini gua akan mencoba menyeleksi foto dengan menggunakan Quick Mask Tool,..
Kalo make tool ini sih butuh konsentrasi, biar detailnya kelihatan,,,,lebih gampang lagi sih kalo pixel foto nya besar….:)
Untuk itu mari kita memulai seleksinya……
Pertama,,,lo siapin aja foto yang mau di seleksi, hmm….
Trus lo klik ikon Quick Mask Mode pada toolbar atau tekan huruf Q pada keyboard,

pilih Brush Tool, lalu usapin pointer di luar foto yang mau lo seleksi,, jangan kaget jikalau warnanya agak kemerahan, memang seperti itulah adanya….
, dan pastikan warna Foreground nya hitam,
Missal,, kok brush nya menceng mencong ke foto….gimana ne…??jangan panik…. Itulah gunanya foreground dan background di toolbar, foreground warna hitam,,itu untuk mbikin jadi merahnya,,,,lha kalo foreground nya warna putih,,, ya menghapusnya….kalo mau ganti foregroundnya tinggal pencet alias tekan aja huruf X,

Nah udah selesai bikin seleksi warna merah di foto….tinggal klik Q atau Quick Mask Modenya lagi,,,,
Jadi dah seleksi nya….
La tinggal di duplikat aja, ato di pindahin ke mana aja….

sip brow…….
Tutorial Membuat Poster JaDul alias Jaman Dulu
November 23, 2008 at 5:28 am | In Photoshop | Leave a CommentTags: efek foto, foto effect, jadul, tutorial, tutorial photoshop, wangetho
Di cari, Buron Kelas atas….yang bisa menangkap mendapat imbalan 5000 beri,,,, hahahaha….. poster-poster jaman bahuela kan kayak begono tu….. wkwkwkwk…
Maka dari ntu…ne postingan special kembali ke masa lalu….
Postingan ini sebelumnya gua pelajari dari sebuah majalah komputer,,waktu awal2 gua belajar ps,,lumayan agak panjang sih tutorial
, tapi lumayan dah ntar jadinya…..kwkwkwk…

Mari kita ikuti….
Langkah 1
Bikin canvas baru ukuran 600 x 800 px, bikin layer baru klik icon Create New Layer, truskasih nama Dasar, Pilih Rectangular Marquee Tool dan bikin kotak,

Langkah 2
Klik dua kali pada Foreground color di tool bar trus masukin nilI #eee05c pada jendela color picker, tekan ok lalu tekan Alt + Del untuk mewarnai seleksi tadi.

Langkah 3
Ubah lagi warna foreground menjadi #edba5c. Bikin layer baru trus kasih nama sedang, tekan alt + Del lagi untuk mewarnai seleksi tadi. Gabung layer ini dengan layer sebelumnya, tekan Ctrl + Alt + G.

Langkah 4
Masih di layer sedang, bikin layer mask, klik icon add layer mask pada palet layer. Tekan D untuk membuat warna normal [ hitam - putih ], pilih menu Filter > Render > Clouds. Pilih menu Image > Adjustments > Levels dan atur sampe kontras awan makin tinggi.

Langkah 5
Bikin layer baru trus kasih nama gelap warnai layer ini dengan kode warna #c1a467. Kasih efek awan seperti langkah 4, ubah nilai opacity nya mrnjadi 15%, dan layer sedang 35%.

Langkah 6
Bikin layer baru lagi kasih dah namanya Dodge n Burn, pilih menu Edit > Fill, pada opsi Use pilih 50% Gray, ok. Ubah blending mode layer menjadi soft light, trus stel opacitynya menjadi 40%.

Langkah 7
Klik icon Create New Fill Adjustment Layer di palet layer trus pilih pattern. Klik segitiga hitam pada sisi kiri, trus pilih Rock Pattern, ok. Klik pola texture Tile dan turunkan nilai scale nya menjadi 60, ok. Ganti blending modenya menjadi Linear Burn dan Opacity 25%, trus ganti nama menjadi Texture.

Langkah 8
Buat layer baru lagi kasih nama Noise, seperti langkah 6, seting Fill : 50% Gray, Blending Mode : Softlight. Trus pilih menu Filter > Noise > Add Noise dan masukkan angka 10 % dan Distribution : Uniform. Ceklis pilihan Monocrhomatic, lalu Ok.

Langkah 9
Klik layer Dasar, trus klik icon Create Layer Mask, aktifkan brush Tool seting Master Diameter nya menjadi 1 px dan Hardness 0%. Tekan D lalu X, trus usapkan di sekeliling kertas untuk menciptakan efek.

Langkah 10
Klik layer paling atas trus bikin layer baru bernama Tepi, pilih menu Edit > Fill dan pilih 50% Gray, ok. Ubah blending modenya menjadi softlight, pilih Burn Tool, atur ukurn kuas 30 px, dan range : shadow, usapkan pointer pada tepi2 kertas agar telihat alami.

Langkah 11
Tambahkan goresan pada kertas, buat layer baru kasih nama goresan. Tekan Ctrl + Alt + G, trus tekan D,. gunakan Pencil Tool, ukuran 1 px, trus coretkan pada gambar. Ubah blending modenya menjadi soft light, trus opacity nya 45 %.

Langkah 12
Tambahkan tulisan pada poster ini, ubah teks menjadi gambar bitmap dengan mengklik pada palet layer pilih Resterize type. Tambahkan efek noise seperti pada langkah 8. Tambahkan efek noise pada teks.

Langkah 13
Tambahkan foto agar terlihat mantaf, salinlah foto tersebut ke dalam layer group, ubah warnanya menjadi hitam-putih oilih menu Image > Adjustment > Deseturate. Ubah Blending Mode menjadi Linear Burn. Turunkan nilai Opacity pada layer ini, tambahkan Noise dan Bayangan agar terlihat lawas.

Langkah 14
Klik layer mask pada layer Dasar, pilih Brush tool ukuran 20 px. Pastikan foreground warna hitam. Bikin lubang pada poster dengan bantuan pencil tool. Hitamkan area lubang dengan burn tool.

makasih dah buat majalah komputer aktif edisi plus….
sip dah……
Seajarah Photoshop
November 16, 2008 at 3:19 am | In Photoshop | Leave a CommentTags: pebgetahuan photoshop, Photoshop, tutorial
setelah beberapa hari ga psoting,,, (males… kwkwk) akihirnya tangan ini gatel juga pengen ngasih sesuatu kepada pembaca,,, hhmm….. yah setelah berfikir sejenak akhirnya gua punya kesepakatan dengan diri gua,,, apa ya… photoshop itu siapa yang bikin ya….kok mantep tenan….
setelah cari-cari artikel,,,( hohoho… ), baru gau ngerti……. sip…
photoshop sang “raja grafis” ini dimulai oleh seseorang dari Ann Arbor, Michigan (USA) yang bernama Glenn Knol, seorang Profesor yang menyukai dunia fotografi dan selalu bekerja di kamar gelap miliknya di ruang bawah tanah. beliau juga merupakan praktisi TI yang cukup banyak dipengaruhi oleh naik daunnya PC pada masa itu.
Sifat serta kecerdasan Glenn menurun pada kedua anaknya; Thomas dan John. Dan penemuan hebat merekan dimulai ketika Thomas melanjutkan penelitan ayahnya dengan menggunakan Apple II plus di ruang bawah tanah rumahnya.
“Fotografi merupakan hobi saya semenjak di bangku MA,” papar Thomas dalam sebuah interview dengan para Sarjana Michigan. “Di ruang gelap ayah, saya belajar membuat gambar hitam-putih dan warna yang kemudian di cetak. Juga cara untuk mengatur warna dan kontras.”
Sementara Thomas mempelajari manipulasi gambar/foto di ruang bawah tanah, saudaranya John malah tergila-gila dengan “kotak ajaib” bawaan ayahnya yang disebut PC. “Itulah kali pertama saya menggunakan komputer, sekitar tahun 1978. Ketika saya SMA dan berumur 16tahun, ayah menghadiahi saya Apple II plus dengan 64K RAM,” kenang John pada interview untuk AppleMaster Biography.
“Ada satu lagi kenangan yang sungguh berkesan”, John menambahkan, “di tahun 1984, ketika saya membaca artikel mengenai Macintosh pada majalah Time, dan saya langsung berteriak dalam hati, WOW!, lihat komputer ini!” Beberapa bulan kemudian, Ayahnnya membeli seperangkat komputer MAC yang telah tersedia di pasaran Meskipun Thomas menyukai pekerjaannya di ruang gelap, ia juga memiliki ketertarikan yang sama di dunia komputer dan pemrograman. Pada tahun 1987 ia membeli sebuah Apple Macintosh Plus untuk membantu riset gelar Ph.D-nya “Processing of digital images”. Ia cukup kecewa karena Mac tidak dapat menampilkan level gray-scale pada gambar yang dibuatnya. Untuk memecahkan masalah tersebut, Thomas menulis sebuah sub-rutin yang meng-emulasikan efek gray-scale tersebut.
Riset Thomas membawanya pada lebih banyak subrutin dan tumpukan kode yang berhubungan dengan pemrograman gambar. Kode-kode komputer tersebut menarik perhatian John, ketika berkunjung ke Ann Arbor sewaktu libur dari pekerjaannya di ILM ( industrial Light and Magic – Marin, California ). “Apa yang Thomas kerjakan sebenarnya adalah bagaimana cara agar komputer dapat mengenali informasi yang “disemat-kan” dalam sebuah gambar digital,” Kenang John dalam sebuah interview dengan Terrence Masson, untuk buku “CG 101: A Computer Graphic Industry Reference”.
“Pemrosesan gambar merupakan dasar dari segalanya, dan Tom telah menulis cukup banyak kode untuk hal tersebut,” John menambahkan. “Ketika Tom menunjukkan pekerjaannya, hal itu cukup mengagetkan saya. Karena sangat mirip dengan software pemroses gambar yang digunakan oleh Pixar [ komputer khusus grafis yang dilihat DEMO-nya oleh John sewaktu di ILM ]. Segera setelah itu, keduanya berkerjasama membangun sebuah aplikasi kecil yang disebut “Display”
![]()
Icon aplikasi asli photoshop yang dibuat Thomas
“Saya cukup puas,” ujar John, “Namun saya mulai memikirkan ide-ide lain. Misalnya bagaimana jika Display dapat menyimpan gambar ke dalam format yang berbeda, sehingga saya dapat mencetaknya menggunakan program lain? Ketika membuka beberapa gambar yang diperoleh dari ILM dengan menggunakan Display, hasilnya terlalu gelap saat ditampilkan pada layar komputer yang digunakan. Jadi, otomatis saya juga membutuhkan gamma correction”. Saat itu, John sangat penasaran mengenai kemungkinan membuat aplikasi pengolah gambar untuk PC.
Setelah mengalamai beragam perombakan dan perbaikan dalam beberapa bulan, Display mengalami kemajuan pesar dan berubah nama menjadi “ImagePro” pada tahun 1988. Saat itu, John menyarankan Thomas agar meng-komersilkan ImagePro. “Saya tidak memiliki cukup dana, dan istri saya sedang mengandung anak pertama kami”, Thomas menjelaskan, “Saya mengalami tekanan berat saat itu…dilema antara mencari pekerjaan dan rasa penasaran untuk menyelesaikan riset saya”
Awal 1988, Thomas memutuskan untuk memberi deadline pada dirinya sendiri sebanyak 6 bulan, untuk menyelesaikan ImagePro versi beta. Setelah itu, John menawarkan aplikasi tersebut pada para petinggi Silicon Valley. Hampir semua perusahaan yang menerima tawaran tersebut menunjukkan ketertarikan yang cukup besar. Namun mereka pesimis ImagePro dapat mengalahkan dominasi PixelPaint, aplikasi pengolah gambar yang telah lebih dulu -dan sangat- populer kala itu.
Tapi sebuah perusahaan bernama BarneyScan menawarkan kerjasama. Mereka menawarkan paket aplikasi yang dinamai “Photoshop” yang disertakan dalam penjualan Scanner produksi mereka. Sekitar 200 kopi Photoshop di kapalkan dengan scanner tersebut. Menurut Jeff Schewe dalam artikelnya,”Photoshop: a Decade of Image-Editing Excellence.”
September 1988, peruntungan Knoll bersaudara berubah. Ketika mendemokan Photoshop pada Tim kreatif Adobe, mereka menyukai produk tersebut. Kontrak lalu dibuat dan Photoshop 1.0 akhirnya di rilis setelah 10 bulan proses pengembangan.
Thomas terus terlibat dalam proyek-proyek kreatif lainnya. Ia malah tidak menyelesaikan thesis-nya. Sementara John melanjutkan karirnya di ILM, sebagai supervisor dari beragam efek visual yang hebat pada film-film blockbuster hollywood, seperti: Mission Impossible (1996), Star Trek: First Contact (1996) dan Star Wars: Episode I – The Phantom Menace (1999). Glenn Knoll masih beraktifitas sebagai profesor di Universitas teknik Michigan. Bedanya sekarang, ia menggunakan PowerBook G3 dirumah. Dan ruang gelap di lantai bawah tanah kini telah digantikan oleh, ya tentu saja : Photoshop.
sumber : pixelisme
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.