Membuat Objek Gambar Menjadi Fokus
December 10, 2008 at 11:18 pm | In Photoshop | 2 CommentsTags: fokus, Photoshop, turorial
Pertama lo siapin dah gambar atau foto nya…
Trus lo duplikat tu gamabar dengan menekan itu lo,,,eh tekan Ctrl + J,,,
Trus lo seleksi gambar yang perlu lo bikin focus…

Nnenetnenet…..
Nah udah gitu,,lo balik tu seleksi atau invert dengan menekan Ctrl + Shift + I, trus lo tekan lagi Ctrl + Alt + D untuk mengatur Feather, bikin aja feather nya 25%.

Udah begono lo tekan aja Delete,
Selanjutnya lo ilangin seleksinya dengan menekan Ctrl + D, trus lo balik ke Layer Background, trus pilih menu Filter>>Blur>>Gaussian Blur, trus lo atur radius nya menjadi 8,2 pixel,

Wah udah jadi dah bikin focus foto nya…
Wahahahahaa…
Sip lah….

Seleksi photo menggunakan Quick Mask Mode
November 28, 2008 at 4:13 pm | In Photoshop | 3 CommentsTags: Photoshop, Quick Mask Mode, seleksi, tutorial, tutorial photoshop
Seleksi foto sebenarnya sih gampang-gampang susah,,,tinggal kita yang menyeleksi nya, kalo detailnya banyak ya seleksi nya semakin bagus dong…ada banyak cara untuk menyeleksi foto dalam photoshop ini, bias menggunakan lasso Tool, Polygon Tool, Magnetic Lasso Tool, Magic Wand Tool, Marquee Tool, dan Quick Mask Tool, tergantung tingkat kesusahan gambarnya…,
Nah, dalam tutorial ini gua akan mencoba menyeleksi foto dengan menggunakan Quick Mask Tool,..
Kalo make tool ini sih butuh konsentrasi, biar detailnya kelihatan,,,,lebih gampang lagi sih kalo pixel foto nya besar….:)
Untuk itu mari kita memulai seleksinya……
Pertama,,,lo siapin aja foto yang mau di seleksi, hmm….
Trus lo klik ikon Quick Mask Mode pada toolbar atau tekan huruf Q pada keyboard,

pilih Brush Tool, lalu usapin pointer di luar foto yang mau lo seleksi,, jangan kaget jikalau warnanya agak kemerahan, memang seperti itulah adanya….
, dan pastikan warna Foreground nya hitam,
Missal,, kok brush nya menceng mencong ke foto….gimana ne…??jangan panik…. Itulah gunanya foreground dan background di toolbar, foreground warna hitam,,itu untuk mbikin jadi merahnya,,,,lha kalo foreground nya warna putih,,, ya menghapusnya….kalo mau ganti foregroundnya tinggal pencet alias tekan aja huruf X,

Nah udah selesai bikin seleksi warna merah di foto….tinggal klik Q atau Quick Mask Modenya lagi,,,,
Jadi dah seleksi nya….
La tinggal di duplikat aja, ato di pindahin ke mana aja….

sip brow…….
Tutorial Mewarnai Rambut
November 19, 2008 at 5:04 pm | In Photoshop | 1 CommentTags: brush tool, color balance, mewarnai, Photoshop, tutorial photoshop
Hhuuh……
Baiklah kali ini gua mau ngasih tutorial yang so easy,,,
Trik mewarnai rambut…lumayan lah untuk gaya2 foto…hahaha,,,,
Oke…
Pertama lo buka foto yang mau lo warnain rambutnya…

udah gitu…Seleksi rambutnya menggunakan lasso tool,,,

Trus pilih menu Layer > New Adjustmen Layer > Color Balance, trus Ok aja….
Tentukan warnanya dengan mengeser color balance nya,,kalo gua pake color level +69, -73, +59, tapi terserah selera elo-elo dong….ya tan..???

Udah gitu hapus bagian yang tidak perlu,,,dengan menggunakan brush tool,,,
Sip jadi dah warna rambutnya…..
Hohoho…

sip kan bro……
wah cantik ne modelnya….hahahaaaa….
Tutorial Membuat Efek Aurora
November 17, 2008 at 5:43 am | In Photoshop | Leave a CommentTags: aurora, efek, Photoshop, tutorial photoshop
Gua dulu pernah nyari tutorial…gua coba2 eh bagus juga,,,,trus td malem gua nyoba2 lagi,,, kayaknya bagus juga lah di posting….
Sip ya…
Intro nya kayak gini…
Nah mari kita buat…hahahaha…
Pertama lo bikin dah canvas baru ukuran 800 x 600 px, bikin layer background menjadi layer bebas dengan mengklik dua kali trus ok, pilih Blending Option dengan mengklik kanan pada palet layer trus Pilih Gradient Overlay, pilih warnya hitam n’ biru gelap, trus pilih radial pada style nya.

Nyang kedua,,lo bikin layer baru trus fill pake warna hitam,

Terus,,, pada palet warna pilih hitam untuk foreground dan abu-abu muda untuk backgroundnya, abis itu Pilih menu Filter > Render > Fibers, seting variens nya 36, Strength nya 1.

Pilih menu Filter > Blur > Motion Blur, trus atur angle nya 90, Distance nya 999,

Hhmpp….abis tu, lo klik dua kali pada palet layer1, trus pada Blending Option pilih Gradient Overlay, atur Blend modenya menjadi Overlay, trus pilih Gradient nya spectrum, style nya linear, angle 0, scale 70%

Abis ntu pilih Lasso Tool, atur feather jadi 30 px, hilangin check pada anti alias, dan bikin kreasinya, trus pilih menu Layer > Layer Mask > Reveal Selection.

Sip dah….. udah jadi…aurora nyah….,,,,,hahaha…..

Seajarah Photoshop
November 16, 2008 at 3:19 am | In Photoshop | Leave a CommentTags: pebgetahuan photoshop, Photoshop, tutorial
setelah beberapa hari ga psoting,,, (males… kwkwk) akihirnya tangan ini gatel juga pengen ngasih sesuatu kepada pembaca,,, hhmm….. yah setelah berfikir sejenak akhirnya gua punya kesepakatan dengan diri gua,,, apa ya… photoshop itu siapa yang bikin ya….kok mantep tenan….
setelah cari-cari artikel,,,( hohoho… ), baru gau ngerti……. sip…
photoshop sang “raja grafis” ini dimulai oleh seseorang dari Ann Arbor, Michigan (USA) yang bernama Glenn Knol, seorang Profesor yang menyukai dunia fotografi dan selalu bekerja di kamar gelap miliknya di ruang bawah tanah. beliau juga merupakan praktisi TI yang cukup banyak dipengaruhi oleh naik daunnya PC pada masa itu.
Sifat serta kecerdasan Glenn menurun pada kedua anaknya; Thomas dan John. Dan penemuan hebat merekan dimulai ketika Thomas melanjutkan penelitan ayahnya dengan menggunakan Apple II plus di ruang bawah tanah rumahnya.
“Fotografi merupakan hobi saya semenjak di bangku MA,” papar Thomas dalam sebuah interview dengan para Sarjana Michigan. “Di ruang gelap ayah, saya belajar membuat gambar hitam-putih dan warna yang kemudian di cetak. Juga cara untuk mengatur warna dan kontras.”
Sementara Thomas mempelajari manipulasi gambar/foto di ruang bawah tanah, saudaranya John malah tergila-gila dengan “kotak ajaib” bawaan ayahnya yang disebut PC. “Itulah kali pertama saya menggunakan komputer, sekitar tahun 1978. Ketika saya SMA dan berumur 16tahun, ayah menghadiahi saya Apple II plus dengan 64K RAM,” kenang John pada interview untuk AppleMaster Biography.
“Ada satu lagi kenangan yang sungguh berkesan”, John menambahkan, “di tahun 1984, ketika saya membaca artikel mengenai Macintosh pada majalah Time, dan saya langsung berteriak dalam hati, WOW!, lihat komputer ini!” Beberapa bulan kemudian, Ayahnnya membeli seperangkat komputer MAC yang telah tersedia di pasaran Meskipun Thomas menyukai pekerjaannya di ruang gelap, ia juga memiliki ketertarikan yang sama di dunia komputer dan pemrograman. Pada tahun 1987 ia membeli sebuah Apple Macintosh Plus untuk membantu riset gelar Ph.D-nya “Processing of digital images”. Ia cukup kecewa karena Mac tidak dapat menampilkan level gray-scale pada gambar yang dibuatnya. Untuk memecahkan masalah tersebut, Thomas menulis sebuah sub-rutin yang meng-emulasikan efek gray-scale tersebut.
Riset Thomas membawanya pada lebih banyak subrutin dan tumpukan kode yang berhubungan dengan pemrograman gambar. Kode-kode komputer tersebut menarik perhatian John, ketika berkunjung ke Ann Arbor sewaktu libur dari pekerjaannya di ILM ( industrial Light and Magic – Marin, California ). “Apa yang Thomas kerjakan sebenarnya adalah bagaimana cara agar komputer dapat mengenali informasi yang “disemat-kan” dalam sebuah gambar digital,” Kenang John dalam sebuah interview dengan Terrence Masson, untuk buku “CG 101: A Computer Graphic Industry Reference”.
“Pemrosesan gambar merupakan dasar dari segalanya, dan Tom telah menulis cukup banyak kode untuk hal tersebut,” John menambahkan. “Ketika Tom menunjukkan pekerjaannya, hal itu cukup mengagetkan saya. Karena sangat mirip dengan software pemroses gambar yang digunakan oleh Pixar [ komputer khusus grafis yang dilihat DEMO-nya oleh John sewaktu di ILM ]. Segera setelah itu, keduanya berkerjasama membangun sebuah aplikasi kecil yang disebut “Display”
![]()
Icon aplikasi asli photoshop yang dibuat Thomas
“Saya cukup puas,” ujar John, “Namun saya mulai memikirkan ide-ide lain. Misalnya bagaimana jika Display dapat menyimpan gambar ke dalam format yang berbeda, sehingga saya dapat mencetaknya menggunakan program lain? Ketika membuka beberapa gambar yang diperoleh dari ILM dengan menggunakan Display, hasilnya terlalu gelap saat ditampilkan pada layar komputer yang digunakan. Jadi, otomatis saya juga membutuhkan gamma correction”. Saat itu, John sangat penasaran mengenai kemungkinan membuat aplikasi pengolah gambar untuk PC.
Setelah mengalamai beragam perombakan dan perbaikan dalam beberapa bulan, Display mengalami kemajuan pesar dan berubah nama menjadi “ImagePro” pada tahun 1988. Saat itu, John menyarankan Thomas agar meng-komersilkan ImagePro. “Saya tidak memiliki cukup dana, dan istri saya sedang mengandung anak pertama kami”, Thomas menjelaskan, “Saya mengalami tekanan berat saat itu…dilema antara mencari pekerjaan dan rasa penasaran untuk menyelesaikan riset saya”
Awal 1988, Thomas memutuskan untuk memberi deadline pada dirinya sendiri sebanyak 6 bulan, untuk menyelesaikan ImagePro versi beta. Setelah itu, John menawarkan aplikasi tersebut pada para petinggi Silicon Valley. Hampir semua perusahaan yang menerima tawaran tersebut menunjukkan ketertarikan yang cukup besar. Namun mereka pesimis ImagePro dapat mengalahkan dominasi PixelPaint, aplikasi pengolah gambar yang telah lebih dulu -dan sangat- populer kala itu.
Tapi sebuah perusahaan bernama BarneyScan menawarkan kerjasama. Mereka menawarkan paket aplikasi yang dinamai “Photoshop” yang disertakan dalam penjualan Scanner produksi mereka. Sekitar 200 kopi Photoshop di kapalkan dengan scanner tersebut. Menurut Jeff Schewe dalam artikelnya,”Photoshop: a Decade of Image-Editing Excellence.”
September 1988, peruntungan Knoll bersaudara berubah. Ketika mendemokan Photoshop pada Tim kreatif Adobe, mereka menyukai produk tersebut. Kontrak lalu dibuat dan Photoshop 1.0 akhirnya di rilis setelah 10 bulan proses pengembangan.
Thomas terus terlibat dalam proyek-proyek kreatif lainnya. Ia malah tidak menyelesaikan thesis-nya. Sementara John melanjutkan karirnya di ILM, sebagai supervisor dari beragam efek visual yang hebat pada film-film blockbuster hollywood, seperti: Mission Impossible (1996), Star Trek: First Contact (1996) dan Star Wars: Episode I – The Phantom Menace (1999). Glenn Knoll masih beraktifitas sebagai profesor di Universitas teknik Michigan. Bedanya sekarang, ia menggunakan PowerBook G3 dirumah. Dan ruang gelap di lantai bawah tanah kini telah digantikan oleh, ya tentu saja : Photoshop.
sumber : pixelisme
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
